MATERI

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ 

LEBIH DEKAT DENGAN ALLAH YANG SANGAT INDAH NAMA-NYA


A. Iman Kepada Allah سبحانه و تعالى

   Secara harfiah, iman berarti percaya. Sedangkan menurut istilah, iman berarti percaya dan meyakini dengan sepenuh hati, diucapkan dengan lisan, serta diamalkan dengan anggota badan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Iman kepada Allah سبحانه و تعالى harus tertanam dengan benar dalam diri seseorang. Jika iman ini tidak tertanam dengan benar, kekeliruan ini akan berlanjut terhadap keimanan kepada malaikat, kitab, rasul, hari kiamat, serta qadar baik dan buruk. Allah سبحانه و تعالى berfirman;


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا

"Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh." (Q.S. An-Nisa'/4: 136).

   Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah adalah dengan memahami nama-nama-Nya yang baik dan indah. Kita sering mendengar nama-nama indah itu dengan sebutan Asmaul Husna (الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى). 

B. Makna Asmaul Husna (الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى)

Asmaul Husna (الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى) artinya nama yang baik. Hal ini bermakna bahwa Allah memiliki naman-nama yang baik. Sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى:

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S. al-A’raf/7: 180)

    Allah memiliki banyak nama yang tidak kita ketahui dan disembunyikan di sisi-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa, yang artinya

… Saya memohon dengan seluruh nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakan diri-Mu dengannya, yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, yang Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu atau yang Engkau sembunyikan di ilmu ghaib di sisi-Mu…” (HR Ahmad no. 3712, Al-Hakim no. 1877 dan yang lainnya. Syaikh Al-Albani berkata di Ash-Shahihah no. 199, “Hadist ini shahih.”)

Kali ini akan dipelajari 4 asmaul Husna (الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى)

1. Al-'Aliim

  Al- 'Aliim artinya Maha Mengetahui. Allah سبحانه و تعالى Maha Mengetahui yang tampak atau yang gaib. Pengetahuan Allah سبحانه و تعالى tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Segala aktivitas yang dilakukan oleh makhluk diketahui oleh Allah سبحانه و تعالى. Bahkan, peristiwa yang akan terjadi pun sudah diketahui oleh Allah سبحانه و تعالى. Dengan kata lain, pengetahuan Allah سبحانه و تعالى itu tanpa batas. 


وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

"Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dan Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (Q.S. al-An’am/6: 59)

    Perilaku yang dapat diwujudkan dalam meyakini sifat Allah al- 'Aliim adalah kita harus terus-menerus mencari ilmu-ilmunya Allah dengan cara belajar dan merenungi ciptaan-Nya. Tetapi ingat! Penting juga untuk diperhatikan bahwa kita tidak boleh merasa paling pandai. Orang berilmu itu harus tetap rendah hati. Seperti pohon padi, semakin berisi semakin merunduk.

2. Al-Khabiir

    Al-Khabiir artinya Maha Teliti, mengetahui perkara yang tersembunyi. Allah سبحانه و تعالى menciptakan milyaran makhluk dengan berbagai ragamnya. Semuanya diketahui oleh Allah dengan detail, penuh kecermatan dan kewaspadaan, baik secara lahir maupun batin. Tidak ada satu pun ciptaan Allah سبحانه و تعالى yang salah sasaran. Ini menandakan bahwa Allah Maha Teliti. Dalam Q.S. at-Taubah/9:16 Allah berfirman:

وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ....

".... dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (Q.S. At-Taubah/9: 16)

    Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah سبحانه و تعالى Maha Teliti adalah hendaklah kita harus waspada dan cermat terhadap apa yang kita lakukan atau yang akan kita lakukan. Kita harus waspada dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya. Orang yang waspada akan mendapatkan hasil maksimal dan tidak akan menyesal di kemudian hari.

3. As-Samii'

  As-Samii’ artinya Maha Mendengar. Allah سبحانه و تعالى Maha Mendengar semua suara apapun yang ada di alam semesta ini. Pendengaran Allah سبحانه و تعالى tidak terbatas, tidak ada satu pun suara yang lepas dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu sangat pelan. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:


وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ....

".... dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al- Baqarah/2: 256)

     Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah سبحانه و تعالى yang memiliki sifat Maha Mendengar adalah kita harus berupaya agar segala yang kita ucapkan merupakan perkataan yang baik dan berguna karena kita meyakini bahwa Allah selalu mendengar segala yang kita ucapkan. Bahkan yang masih terbesit di dalam hati pun didengar oleh Allah.

4. Al-Bashiir

    Al-Bashiir artinya Maha Melihat. Allah Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil. Allah سبحانه و تعالى  melihat apa saja yang ada di langit dan di bumi, bahkan seluruh alam semesta ini dapat dipantau. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:


إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ 

“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Hujurat/49: 18)

    Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat adalah hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam ini sebagai bahan renungan akan kebesaran Allah سبحانه و تعالى Kita diajarkan untuk pandai dan cermat dalam memandang berbagai persoalan di sekeliling kita. Namun jangan lupa, kita juga harus selalu introspeksi diri untuk melihat kelebihan dan kekurangan kita sendiri agar hidup menjadi lebih terarah. Sungguh hal ini sangat indah untuk diamalkan.

C. Hikmah Beiman Kepada Allah سبحانه و تعالى

1. Selalu mendapat pertolongan dari Allah سبحانه و تعالى. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

"Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari Kiamat)."  (Q.S. Al-Mu'min/40: 51)

2. Hati menjadi lebih tenang dan tidak gelisah. Sebagaimana dengan firman Allah:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi lebih tenteram." (Q.S. Ar-Ra'd/13:  28)

3. Sepanjang masa hidupnya tidak akan pernah merasa rugi. Sebaliknya, tanpa iman, sepanjang usianya diliputi oleh kerugian. Sebagaimana dengan firman Allah:

(1)وَالْعَصْرِ
(2)إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
(3) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"(1) Demi masa. (2) Sesungguhnya manusia itu benar benar dalam kerugian. (3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati untuk kebenaran dan nasehat menasehati untuk kesabaran." (Q.S. Al-'Asr/103: 1-3)

Sumber materi:
  1. Muhammad Abduh Tuasikal. (2014). Pengertian Iman Menurut Ahlus Sunnah. (https://rumaysho.com/5873-pengertian-iman-menurut-ahlus-sunnah.html).
  2. Muhammad Abduh Tuasikal. (2017). Hadits Arbain #02: Memahami Rukun Iman. (https://rumaysho.com/16663-hadits-arbain-02-memahami-rukun-iman.html).
  3. Muhammad Ahsan, dkk. (2016). Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  4. Sa’id Yai Ardiansyah. (2022). Penyimpangan Terhadap Asmaul Husna. (https://muslim.or.id/14139-asmaul-husna.html#Sembilan_Puluh_Sembilan_Asmaul_Husna_Di_Dalam_Satu_Hadits). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PETUNJUK

EVALUASI